Download Ziarah: Sebuah Novel  Books Online Free
Ziarah: Sebuah Novel Paperback | Pages: 181 pages
Rating: 4.04 | 508 Users | 90 Reviews

Mention Out Of Books Ziarah: Sebuah Novel

Title:Ziarah: Sebuah Novel
Author:Iwan Simatupang
Book Format:Paperback
Book Edition:Anniversary Edition
Pages:Pages: 181 pages
Published:2007 by Djambatan (first published 1969)
Categories:Novels. Fiction. Asian Literature. Indonesian Literature. Classics

Explanation Concering Books Ziarah: Sebuah Novel

It's not easy to assign number on a piece of literature like this. In conclusion, however: Is this book good? Dear God, yes.

What appeals me the most of this book isn't the architecture of the sentences, but the characters. Iwan Simatupang managed to create a mystical character around which events revolved, in a way that is so breathtaking, bold and blatant. He orchestrated equal mystery for the supporting characters, even the smallest ones, we can't help but wondering what happened in their fictional lives; every single one of them. The plot itself moves in wave-like manner; withdrawing, then pushing forward, then surging forth erratically. By the end of the book, you'll wonder what the damn hell you just read, whether you like it or not, and marvel in the stupefaction you're left with for days.

I recommend this for readers who can appreciate great things they can't understand, and people who are fond of pondering over sketchy fiction.

Point Books To Ziarah: Sebuah Novel

Original Title: Ziarah: Sebuah Novel
ISBN: 9794285412
Edition Language: Indonesian

Rating Out Of Books Ziarah: Sebuah Novel
Ratings: 4.04 From 508 Users | 90 Reviews

Notice Out Of Books Ziarah: Sebuah Novel
Aku suka penutupnya. Setiap langkah adalah ziarah. Pada kemanusiaan.

Apakah hidup? Bertanya opseter, meneruskan renungannya. Pelan-pelassn dia menyusuri tembok-tembok pekuburan. Hari telah larut malam. Bahkan malam hampir habis. Dia tinggal menantikan pijar fajar, yang bakal menjadi alasan baginya nanti untuk segera masuk ke dalam rumah dinasnya. Apakah hidup? Jawab yang dipetiknya malam kemarin dari burung pungguk yang memanggil-manggil kepada bulan sabit, tak membuat dia puas. Jawab itu, yang baginya kurang lebih berbunyi: kehidupan adalah suasana, adalah

Sebuah novel dengan tokoh-tokoh tanpa nama.Ada pelukisAda istri pelukisAda walikotaAda opseter penjaga kuburanIndah. Absurd. Menembus batas-batas imajinasi. Menembus batas rasio. Review: Buku ini dimulai dengan gambaran sosok pelukis yang istrinya sudah mati. Pelukis tersebut tak pernah ziarah atau datang ke pemakaman. Ia hanya mabuk-mabukan tiap hari. Lalu bekerja serabutan maksimal 5 jam sehari. Lalu datanglah opseter pekuburan yang menyewa tenaganya untuk mengapur dinding luar pekuburan,

Karya monumental Iwan Simatupang. Ceritanya absurd tapi menarik, ditambah pergantian penceritaan tokoh yang unik.



#Ziara adalah Roman ASEAN terbaik 1977. Aku bersyukur dapat membaca Roman ini. Sangat unik memang. Cara berceritanya tak seperti novel biasa. Kalau meminjam testimoni Faisal Oddang, novel ini tidak sekedar menyampaikan sebuah cerita---lebih dari itu, ia juga menunjukkan bagaimana sebaiknya cerita disampaikan.Ada yang menarik memang, terutama cara berceritanya. Bila biasanya tokoh utama di sebutkan namanya, di sini beda tapi dengan menggunakan "Tokoh Kita"."Esok akan menjadi kini" begitu kalimat

unik bisa membangun tokoh tanpa menyebutkan nama. tapi tanpa nama, semua tokoh jadi mudah terpolarisasi dalam predikat yang dibangun oleh penulis.Ada pertanyaan-pertanyaan filosofis yang dikemukakan, ini menarik karena jarang diulas di kisah lain. namun karena terlalu banyak dan terkesan jargonistik, pemikiran yang hendak dikemukakan hanya bermain di latar superfisial